Selamat Datang di Situs PT. Jasa Raharja (Persero) Kantor Pelayanan Negara
UTAMA DALAM PERLINDUNGAN PRIMA DALAM PELAYANAN

Asuransinya Masyarakat Indonesia

P.R.I.M.E (Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah, Empati)
Tampilkan postingan dengan label Laka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laka. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2009

Kecelakaan maut ( 3 in 1) di cekik

Lagi-lagi kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Jembrana, kali ini melibatkan 3(tiga) kendaraan truck barang yang terjadi di Jalan Umum Jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 120-121 Dsn.Cekik, Ds.Melaya, Kec.Melaya, Kab.Jembrana pada senin (7/9) jam 03.00 Wita.
Kejadian bermula pada saat kendaraan truck L-9187-V yang dikemudikan oleh Gunawan Wibisono (32) asal Kec.Balong Panggang, Kab.Gresik datang dari arah timur kebarat situasi jalan tikungan kekiri, dini hari dengan keadaan jalan basah sehabis hujan, pengemudi tidak dapat menguasai kendaraannya diduga dalam keadaan mengantuk, kemudian kendaraannya masuk ke jalur kanan, dan pada saat yang bersamaan dari arah barat ketimur sedang bergerak pada jalurnya kendaraan truck Isuzu DK-8646-JA yang dikemudikan oleh Moh.Toha (56) asal Kec.Kalisat, Kab.Jember sehingga terjadi kecelakaan pada jalur sebelah utara, kemudian kendaraan DK-8646-JA terdorong ke belakang dan mengenai kendaraan Truck N-9204-CB yang dikemudikan oleh Marsono (43) asal Kec.Singosari,Kab.Malang yang ada di belakangnya.
Akibat kecelakaan maut itu Moh. Toha (56) Meninggal Dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara) akibat terjepit oleh bodi kendaraan yang ringsek, sedangkan kernet dan penumpang truck DK-8646-JA yaitu, Hari Santosa (19) dan Ringga Rakasiwi (18) yang sama sama berasal dari Jember itu juga mengalami luka yang cukup serius, mereka hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSU Negara. (dfc/ngr)

Rabu, 02 September 2009

Tewasnya sang pengikat Tali kapal

Hilang sudah keceriaan di keluarga Badrawi, rumah yang terletak di lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk ini mendadak berubah menjadi hening, pasalnya Buang Badrawi (48) bapak dari 4 orang anak ini yang kesehariannya bekerja sebagai Adpel ASDP di pelabuhan Gilimanuk ini harus meregang nyawa saat mendapat perawatan RSU Negara, setelah mengalami musibah kecelakaan pada selasa (01/9) jam 12.00 Wita di Jalan umum Denpasar-Gilimanuk KM 111-112, Desa Nusasari Kecamatan Melaya.

Dari informasi saat kejadian sepeda motor Mio Soul DK 5608 WY yang dikendarai oleh Lilik Wardani (45) seorang guru dari Nusasari Melaya berhenti di pinggir jalan di sebelah kiri dari Barat. Pada situasi jalan simpang empat tepat pada zebra cross sepeda motor Yamaha Mio langsung membelok dan memotong ke Selatan dengan tidak memberi kesempatan kepada sepeda motor Yamaha Yupiter DK 4286 WY yang dikendarai Buang Badrawi (48) yang datang dari Barat ke Timur sehingga terjadi tabrakan. Setelah Petugas KPJR Negara melakukan Jemput Bola ke rumah duka dan mempersiapkan berkas klaim santunan, akhirnya Rabu (02/9) santunan pun di bayarkan langsung kepada istri almarhum yaitu, Mukmini (40) selaku ahli waris korban, santunan meninggal dan luka-luka ini sebesar Rp. 25.583.202,- diserahkan langsung di rumah duka melalui Rekening BRI oleh PJ KPJR Negara I Made Astika,SE di dampingi oleh Staff KPJR Negara Dani F. Cahyadi, ST.

Dalam kesempatan itu juga I Made Astika, SE atas nama PT. Jasa Raharja (Persero) tidak lupa menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami oleh Suaminya itu.(dfc/ngr)

Rabu, 15 Juli 2009

Habis ngaben malah diaben

Setelah mengikuti acara pengabenan keluarga di kampung, kini giliran I Gede Dwi Putu Ariana (40) pemuda asal Banjar Sembung, Ds.Penyaringan, Kec.Mendoyo yang akan di Aben pada hari minggu (19/7) esok, pasalnya Selasa (14/7) Pukul 19.00 Wita kemarin, Ariana harus meregangkan nyawa setelah Spm Yamaha Mio DK-7616-DK yang dikendarainya menabrak Truk Mitsubishi N-7994-EU yang dikendarai oleh Sunardi (47) asal Kota malang.
Kejadiannya bermula saat Ariana hendak kembali ke Denpasar sehabis mengikuti upacara Pengabenan salah seorang keluarganya, ia mendahului kendaraan lain yang ada didepannya kurang berhati-hati, mengambil haluan terlalu kekanan, dan tidak memperhatikan situasi Lalu-lintas, pada saat yang bersamaan muncul truk N-7994-EU dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, sehingga terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan Ariana Meninggal dunia saat hendak dibawa ke Puskesmas Pekutatan.
Keesokan harinya Rabu (15/7) Petugas KPJR Negara mendatangi keluarga korban untuk mengucapkan Duka cita atas musibah yang dialami oleh Ariana, dan menjelaskan kepada keluarga korban jika Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada Ahli Waris Korban, karena Ariana telah mengalami kecelakaan 2 (dua) kendaraan bermotor di jalan raya sesuai dengan Undang-undang No.34 Tahun 1964.
Saat itu juga petugas Jasa Raharja meminta kelengkapan berkas (Kartu keluarga, KTP Ahli Waris dan Surat-surat pendukung lainnya) yang akan digunakan untuk memproses klaim. Setelah berkas lengkap dan diproses oleh Jasa Raharja, santunan sebesar Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) dibayarkan kepada I Nyoman Suandia (selaku Ahli Waris Korban / Orang Tua) melalui Rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pada tanggal 15 Juli 2009.

Senin, 13 Juli 2009

Tewas dikolong “Mobil” saat hujan lebat

Karena hujan lebat yang terjadi pada minggu(12/7) malam di Jembrana, mengakibatkan nyawa I Gede Arta Yasa (16) melayang, pasalnya saat hendak pulang sehabis bermalam mingguan, pemuda asal Br.Berawantangi Ds.Tuwed Melaya ini terjatuh saat mengendarai sepeda motornya DK-5856-WL dikala hujan lebat terjadi, dan pada saat yang bersamaan melintaslah Mobil Kijang DK-1321-FQ yang dikendarai oleh Abdul Wahid (36) asal Denpasar, dan kontan langsung menabrak korban yang terjatuh kebawah kolong mobilnya.

Pada saat itu korban langsung dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun karena luka korban yang cukup serius, akhirnya nyawanya tidak dapat tertolong juga. Sehari setelah kecelakaan itu terjadi, petugas Jasa Raharja Pelayanan Negara langsung Pro-aktif melaksanakan Jemput bola kerumah duka dan Instansi terkait untuk mempersiapkan berkas santunan meninggal dunia, dan pada hari itu juga senin(13/7) santunan Meninggal dunia a/n. I Gede Arta Yasa, telah dibayarkan kepada Ahli Waris Korban, yaitu I Ketut Gede Nata (Orang tua korban) sebesar Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).
Pada saat menerima santunan Meninggal dunia anaknya, Nata mengucapkan rasa Terima kasih kepada pihak Jasa Raharja melalui Kantor Pelayanan Jasa Raharja Negara yang telah memberikan bantuan kepadanya dengan sangat cepat yaitu selama sehari dana santunannya telah diterima.
Nata menambahkan, nantinya dana santunan itu akan saya gunakan untuk upacara pengabenan anak saya.

Jumat, 10 Juli 2009

Bocah Tewas Terlindas “Pick Up”

Naas dialami oleh Herizal Hazri, bocah usia 4 tahun buah hati pasangan Nur Cahyadi dan Juliatin yang beralamat di lingkungan Pertukangan, Loloan barat, Negara ini. Pasalnya akibat Laka lantas yang terjadi di jalan Semangka, Loloan barat, Negara, kamis (9/7) lalu merenggut nyawa buah hatinya, saat dikonfirmasi ke RSU Negara korban mengalami Cidera kepala berat (CKB), karena didapati hasil pemeriksaan oleh dokter kalau kepala bagian belakang lembek, lecet pada dahi sampai pipi kanan akibat digilas mobil.

Hazri saat itu dibonceng Fatmawati (19) yang mengendarai sepeda motor Honda DK 4692 WJ dari lingkungan Ketugtug, Loloan timur, Negara. Saat itu, sepeda motor dan Pick up berjalan dari arah yang sama yakni sebelah barat. Sepeda motor berada di depan dan Pick up di belakang.

Saat pick up yang dikemudikan Wayan Suarnen (44) mendahului sepeda motor, kurang bergeser ke kanan sehingga pintu kiri mobil menyenggol setang kanan sepeda motor hingga jatuh. Saat itulah Hazri terlindas ban mobil yang dikendarai oleh Suarnen. Hazri juga sempat mendapatkan perawatan di IRD RSU Negara, namun akhirnya nyawa bocah itu tak dapat diselamatkan.

Pada hari itu juga (kamis, 9/7) Petugas KPJR Negara langsung terjun kelapangan melaksanakan Jemput bola kerumah duka dan Instansi terkait untuk mempersiapkan berkas-berkas pembayaran santunan, dan ke-esokan harinya Jum’at (10/7) santunan Meninggal dunia dan luka-luka telah dibayarkan oleh PT. Jasa Raharja (Persero) melalui KPJR Negara kepada Ahli waris korban sebesar Rp.25.078.752,- (dua puluh lima juta tujuh puluh delapan ribu tujuh ratus lima puluh dua rupiah).

Kamis, 18 Juni 2009

Dalam 1 Hari 5 Nyawa Melayang di Jalur Setan Negara Bali

Kalau di Ambon Maluku kita kenal adanya “Tanjung Setan” yaitu tanjung yang terletak diperbatasan jalur laut Ambon – Pulau Buru .Namun lain lagi halnya dengan di Bali yaitu di jalan jurusan Denpasar- Gilimanuk tepatnya di wilayah Kab.Jembrana Negara ada yang disebut dengan “Jalur Setan” karena ditempat tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa.Sebagaimana laka lantas yang terjadi di jalur tersebut pada tanggal 14 juni 2009 menyebabkan lima orang mejadi korban.


Korban pertama yakni I Kadek Juni Astawan (16) alamat Kel/Desa Pendem Kec.Negara Jembrana Bali, kepala hancur dan meninggal di TKP, kedua M.Jabil (41) alamat Dsn.Banyubiru Ds.Kaliakah Kec.Negara Jembrana meninggal di RSU Negara akibat motor yang dikendarainya tabrakan, ketiga Putu Aditya Wira Bayu (16) Dsn Rukun Ds.Gumbrih Kec.Pekutatan Jembrana Meninggal di TKP, keempat I Gede Suwardiyasa (18) alamat Dsn.Rukun Ds.Gumbrih Kec.Pekutatan Jembrana juga MD dan yang ke lima I Putu Candra Regiana (23) Ds.Yeh Kuning Kec. Pekutatan Jembrana Meninggal di TKP, korban terjamin UU.34 Tahun 1964.


Dalam arahan Wakil Bupati I Putu Artha atas nama pemerintah Kab.Jembrana menyampaikan ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa warganya serta berharap kepada keluarga yang ditinggal supaya tabah karena semua hal itu terjadi atas kehendak yang kuasa. Hadir dalam acara tersebut Kaper TK.I. Singaraja Imam Tauhid didampingi Penanggung Jawab KPJR Negara I Made Astika dan staf. Selesai menyerahkan santunan I Putu Artha selanjutnya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam – dalamnya kepada Jasa Raharja Cabang Bali juga KPJR Negara atas segala upaya yang dilakukan sehingga proses santunan ini dapat terialisasi hanya dalam waktu 3 hari.


I Putu Artha berharap agar Santunan tersebut dapat dipergunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan . Kalau bisa ini adalah kejadian yang terakhir yang menimpa warganya secara mengerikan dan I Putu Artha merasa sedih atas kejadian ini. Diakhir acara Wakil Bupati I Putu Artha menyempatkan diri untuk bersalam salaman dengan ahli waris korban ( I MD Agus Astawa, I Gede Suanda, ibu Masita , Ni Putu Trisna dan I Ketut Lebih). Humas JR Bali Bahrudin

Dalam 1 Hari 5 Nyawa Melayang di Jalur Setan Negara Bali

Kalau di Ambon Maluku kita kenal adanya “Tanjung Setan” yaitu tanjung yang terletak diperbatasan jalur laut Ambon – Pulau Buru .Namun lain lagi halnya dengan di Bali yaitu di jalan jurusan Denpasar- Gilimanuk tepatnya di wilayah Kab.Jembrana Negara ada yang disebut dengan “Jalur Setan” karena ditempat tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa.Sebagaimana laka lantas yang terjadi di jalur tersebut pada tanggal 14 juni 2009 menyebabkan lima orang mejadi korban.
Korban pertama yakni I Kadek Juni Astawan (16) alamat Kel/Desa Pendem Kec.Negara Jembrana Bali, kepala hancur dan meninggal di TKP, kedua M.Jabil (41) alamat Dsn.Banyubiru Ds.Kaliakah Kec.Negara Jembrana meninggal di RSU Negara akibat motor yang dikendarainya tabrakan, ketiga Putu Aditya Wira Bayu (16) Dsn Rukun Ds.Gumbrih Kec.Pekutatan Jembrana Meninggal di TKP, keempat I Gede Suwardiyasa (18) alamat Dsn.Rukun Ds.Gumbrih Kec.Pekutatan Jembrana juga MD dan yang ke lima I Putu Candra Regiana (23) Ds.Yeh Kuning Kec. Pekutatan Jembrana Meninggal di TKP, korban terjamin UU.34 Tahun 1964.
Dalam arahan Wakil Bupati I Putu Artha atas nama pemerintah Kab.Jembrana menyampaikan ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa warganya serta berharap kepada keluarga yang ditinggal supaya tabah karena semua hal itu terjadi atas kehendak yang kuasa. Hadir dalam acara tersebut Kaper TK.I. Singaraja Imam Tauhid didampingi Penanggung Jawab KPJR Negara I Made Astika dan staf. Selesai menyerahkan santunan I Putu Artha selanjutnya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam – dalamnya kepada Jasa Raharja Cabang Bali juga KPJR Negara atas segala upaya yang dilakukan sehingga proses santunan ini dapat terialisasi hanya dalam waktu 3 hari.
I Putu Artha berharap agar Santunan tersebut dapat dipergunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan . Kalau bisa ini adalah kejadian yang terakhir yang menimpa warganya secara mengerikan dan I Putu Artha merasa sedih atas kejadian ini. Diakhir acara Wakil Bupati I Putu Artha menyempatkan diri untuk bersalam salaman dengan ahli waris korban ( I MD Agus Astawa, I Gede Suanda, ibu Masita , Ni Putu Trisna dan I Ketut Lebih). Humas JR Bali Bahrudin